Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Desember 2012

9 Alasan Anda Gagal Jadi Bos

Anda harus memiliki kematangan dalam bersikap, khususnya dalam memahami kebijakan-kebijakan perusahaan yang mungkin dirasa merugikan kenyamanan karyawan sebenarnya dilakukan untuk kemajuan perusahaan.
KOMPAS.com - Anda merasa sudah bekerja sebaik mungkin, sudah menapaki jenjang karier dari bawah, tetapi mengapa promosi jabatan yang Anda impikan tidak juga mampir ke tangan Anda? Alison Green, konsultan karier yang juga penulis buku Managing to Change the World: The Nonprofit Manager's Guide to Getting Results, membeberkan 9 masalah umum yang mungkin menjadi alasannya:

1. Penampilan Anda kurang meyakinkan.
Masa sih, penampilan itu menjadi faktor penentu? Rasanya tidak fair, namun begitulah adanya. Mungkin Anda sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengenakan business attire yang terkesan paling formal, atau profesional. Namun, bisa saja hal itu justru memengaruhi cara orang memahami Anda, dan peluang apa yang ditawarkan pada Anda. "Pakaian" yang terbaik datang dari pembawaan Anda sendiri, berupa kepercayaan diri, kemampuan memotivasi, dan kepribadian cemerlang lainnya.

Kamis, 12 Januari 2012

5 Cara Mengatasi Konflik

Cari pihak ketiga jika konflik tak juga reda. 
KOMPAS.com - Seberapa sering Anda terbawa emosi saat terlibat pertengkaran dengan orang lain? Ketika Anda sudah dikuasai oleh amarah, berdamai dengan diri sendiri bisa membuat Anda berpikir jernih dalam mencari solusi. Tetapi bagaimana caranya?

1. Terjemahkan apa yang sebenarnya Anda inginkan
Saat perdebatan dengan teman, kakak, rekan kerja, atau siapapun, dan suasana makin panas, Anda akan mudah sekali terbawa emosi. Bukan saat yang tepat untuk bernegosiasi untuk mencari solusi bersama. Berhentilah untuk selalu berusaha memecahkan segala macam persoalan. Hentikan perdebatan, lalu mulai tuliskan perasaan Anda, atau cari teman yang dipercaya untuk mendengarkan masalah Anda. Intinya, cara ini membantu Anda memikirkan hasil atau solusi yang paling tepat. Mengambil keputusan saat pikiran dikuasai amarah hanya akan membuat Anda mencari-cari alasan pembenaran dan menyalahkan orang lain.

Rabu, 03 Agustus 2011

Kondisi Darah Manusia Ketika Berdoa, Sedih, Takut dan Jatuh Cinta

Sebuah penelitian dilakukan oleh pakar EFT (Emotional Freedom Techniques) untuk menunjukkan bagaimana kondisi darah manusia disaat normal, sedih, gembira, jatuh cinta dan saat berdoa.

Pakar EFT yang bernama Dr. Felicy tersebut mengambil sampel darah seorang pasien bernama Rebecca, kemudian memotretnya dengan menggunakan “darkfield microscope” yang dihubungkan dengan monitor komputer.

Dan tampaklah perubahan drastis pada darah Rebecca tersebut setiap kali emosinya berubah. Berikut ini adalah foto darah seorang Rebecca sebelum dan sesudah melakukan EFT.

Rebecca melakukan EFT dengan mengundang emosi “sedih” dengan cara memikirkan saat-saat sedih sampai dia menangis, lalu sang pakar EFT mengambil sampel darahnya.
Kondisi Darah Manusia Ketika Berdoa, Sedih, Takut dan Jatuh Cinta
Kondisi darah saat sedih,
Sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata

Senin, 18 April 2011

Mengatasi Bad Mood di Tempat Kerja

Sabtu, 26 Maret 2011 - 11:35 wib

Mengatasi bad mood di tempat kerja. (Foto: Getty Images)
Mengatasi bad mood di tempat kerja. (Foto: Getty Images)

MERASA bad mood atau tidak bersemangat di tempat kerja? Pasti hampir setiap orang mengalaminya. Padahal mood adalah bagian dari bahan bakar kita, untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang sedang menumpuk di depan mata.

Kiat Jitu Lolos Job Interview

Selasa, 29 Maret 2011 - 17:00 wib

Dwi Indah Nurcahyani - Okezone

Saat wawancara kerja (Foto: Corbis)
Saat wawancara kerja (Foto: Corbis)

KESUKSESAN seseorang terjaring sebagai kandidat ataupun pekerja di sebuah perusahaan terletak pada job interview yang dilewatinya. Jawaban yang sederhana namun tepat sasaran menjadi kuncinya. Apakah Anda sudah memersiapkannya?

Pekerja Keras Hidup Lebih Lama

Sabtu, 16 April 2011 - 13:29 wib

Chaerunnisa - Okezone

Pekerja keras hidup lebih lama. (Foto: Getty Images)
Pekerja keras hidup lebih lama. (Foto: Getty Images)

SESEORANG yang bekerja 10 atau 11 jam per hari bisa disebut sebagai pekerja keras. Selama ini para pekerja keras disebut-sebut lebih besar menghadapi kemungkinan menderita penyakit serius, dibandingkan dengan mereka yang berhenti kerja setelah tujuh jam. Namun kini, penelitian terbaru menyebutkan sebaliknya.