Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

Inilah Sikap Rasulullah SAW pada Kaum Kristiani

.
Inilah Sikap Rasulullah SAW pada Kaum Kristiani
Kaligrafi Muhammad SAW. Ilustrasi

Oleh Dr HM Harry Mulya Zein

Bangsa Indonesia kembali dikejutkan aksi bom bunuh diri. Terbaru adalah pada Ahad, 25 September lalu, di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kapunton, Solo, Jawa Tengah. Sebagai umat Islam, kita miris melihat kondisi ini. Perdamaian yang tumbuh subur di negeri Muslim ini kembali tercabik oleh aksi bom bunuh diri. Terlebih aksi bom bunuh diri selalu dikaitkan dengan agama.

Sungguh aneh. Padahal, perdamaian merupakan salah satu ajaran pokok dalam Islam. Perintah untuk selalu berdamai tidak hanya terdapat pada ayat-ayat Alquran tetapi juga dicontohkan langsung dalam kehidupan Rasulullah SAW.

Minggu, 21 Agustus 2011

Ternyata Islam Sudah Ada di Amerika Jauh Sebelum Kedatangan Colombus


السلام عليكم . بِسْــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.

Selasa, 05 Juli 2011

Habibie : Indonesia Berhasil Selaraskan Islam dan Demokrasi

Rabu, 6 Juli 2011 06:57 WIB |

Bacharuddin Jusuf Habibie. (FOTO ANTARA/Regina Safr)
 
London (ANTARA News) - Mantan Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr.-ing B.J. Habibie menyampaikan pengalaman Indonesia yang berhasil menyelaraskan Islam dan Demokrasi.

Hal itu disampaikan Prof B.J. Habibie dalam ceramah di depan forum German Council on Foreign Relations (Deutsche Gesellschaft fur Auswartige Politik / DGAP) mengenai Islam dan Demokrasi di Indonesia, ujar Fungsi Penerangan, Sosial, Budaya KBRI Berlin, Purno Widodo dalam keterangannya kepada Antara London, Rabu.

Senin, 13 Juni 2011

Misteri Ka'bah Menggegerkan NASA


Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Jumat, 27 Mei 2011

Fakta Mengagumkan dalam Al-Qur’an

Perhatikan ini dengan seksama, kesimpulan dari Dr Tariq Al Swaidan yang mungkin sangat menarik perhatian anda: Dr.Tarig Al Swaidan menemukan beberapa bait di Al-Qur’an tentang penyebutan yang setara antara satu hal setara dengan lain, contohnya : laki-laki setara dengan wanita. Walaupun pengertian penyebutan ini secara gramatikal, fakta mengagumkan ialah bahwa jumlah penyebutan kata laki-laki muncul di Qur’an adalah 24 dan kata wanita muncul adalah juga 24, oleh karena itu tak hanya adalah frase ini benar di pengertian gramatikal tetapi juga sebenarnya secara matematis, jadi 24 = 24. Segera setelah analisa lebih lanjut berbagai ayat, dia mengetahui bahwa ini konsisten di seluruh Qur’an.

Jumat, 29 April 2011

Radikalisme dan Pembiaran

Ahmad Fuad Fanani
Fenomena radikalisme keagamaan kembali marak dan meresahkan masyarakat.
Rangkaian peristiwa pengiriman bom buku, bom bunuh diri, bom di Serpong, dan terendusnya jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di berbagai kampus menjadi fakta pendukungnya. Meski beragam analisis di balik pemunculan kembali gerakan ini, yang pasti NII sangat mengancam paham kebangsaan dan mengganggu ketenteraman.

Kamis, 28 April 2011

Jangan Biarkan Radikalisme

Jakarta, Kompas - Bangsa Indonesia saat ini menghadapi ancaman serius terkait dengan terorisme, kekerasan horizontal, dan radikalisasi yang terus terjadi di sejumlah tempat. Jika tak ditanggulangi secara serius, kondisi ini bisa berdampak pada harmoni kehidupan bangsa ke depan.
Peringatan itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, gubernur, dan bupati/wali kota di seluruh Indonesia yang menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Jakarta, Kamis (28/4).
”Rasa aman masyarakat terancam. Jangan dibiarkan. Semua bertanggung jawab dan bertugas menanggulangi ancaman itu,” katanya.

Jati Diri Partai Islam

(Tanggapan Opini 'Masih Perlukah Partai Islam?'M Fajar Pramono

Fathurrahman Yahya

Alumni Ponpes Al-Amien Prenduan Sumenep Madura,
Pemerhati Politik Islam, Tinggal di Oslo, Norwegia

Tulisan Muh Fajar Pramono bertajuk "Masih Perlukah Partai Islam?" yang dimuat Harian Republika, 29 Maret 2011, tentunya menarik perhatian pemerhati politik untuk mengkaji ulang pemahaman dua terminologi politik "politik Islam" vis a vis  "Islam politik". Dalam tulisan tersebut Fajar Pramono memberikan sampel Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai representasi politik Islam yang belakangan ini ditimpa kisruh internal terkait tuduhan keterlibatan sejumlah elite partai tersebut dalam penyelewengan dana.

Beragama Transaksional

Oleh Bukhari Yusuf

Spirit dan esensi beragama bagi setiap Muslim adalah menerima dengan tulus secara total seluruh ajaran Allah SWT dan mendakwahkan kembali kepada manusia baik suka maupun duka, senang maupun susah, kaya maupun papa.

Mendoakan Orang Lain Melenyapkan Marah

Lusia Kus Anna | Sabtu, 16 April 2011 | 09:15 WIB
Kompas.com - Melenyapkan marah bukanlah perkara mudah bagi sebagian besar orang. Namun ada cara sederhana namun efektif untuk melenyapkan emosi negatif seperti marah tadi, yakni dengan mendoakan orang yang membuat emosi kita naik tersebut.

Bukti Nabi Musa Membelah Lautan



Dalam Agama diceritakan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya. Jika salah satu diantara teman-teman yang menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, ternyata ada Bukti Nabi Musa Membelah lautan. Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada akhir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah.

Selasa, 26 April 2011

Rekrutmen Sel Radikal di Kampus

Azyumardi Azra
Terorisme dan radikalisme masih akan berada di sekitar kita hingga hari-hari nanti, entah sampai kapan.
Radikalisme dan terorisme cenderung kian meruyak: menampilkan jaringan dan sel-sel baru lebih kecil yang tampak bergerak terpisah seolah-olah tanpa komando pemimpin puncak jaringan atau inti sel lebih besar yang sudah terekam dalam berkas Polri. Ini terlihat dari indikasi Muhammad Syarif, pelaku bom bunuh diri saat shalat Jumat di Masjid Adz-Dzikro, Markas Polresta Cirebon, 14 April 2011.
Kecenderungan ini sangat mencemaskan karena sel-sel yang relatif kecil, terpisah, dan independen bisa jadi lebih cepat menyebar dan sulit terdeteksi Densus 88. Sangat boleh jadi gejala baru ini merupakan konsekuensi tak diharapkan ketika jaringan kelompok teror lama telah banyak dilumpuhkan aparat kepolisian.

Tingkat Kejujuran

Achmad Satori  Ismail

Kejujuran adalah tanda bukti keimanan. Orang mukmin pasti jujur. Kalau tidak jujur, keimanannya sedang terserang penyakit kemunafikan. Pernah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: "Apakah mungkin seorang mukmin itu kikir?" Rasul SAW  menjawab: "Mungkin saja." Sahabat bertanya lagi: "Apakah mungkin seorang mukmin bersifat pengecut?" Rasul menjawab: "Mungkin saja." Sahabat bertanya lagi, "Apakah mungkin seorang mukmin berdusta?" Rasulullah menjawab: "Tidak." (HR Imam Malik dalam kitab al Muwaththo')

Mencari Akar dan Solusi Terorisme

Prof Dr KH Said Aqiel Siradj
Ketua Umum PBNU
 
Terorisme terus menjadi momok yang menakutkan. Beberapa insiden belakangan seperti bom buku dan bom masjid membuktikan masih bercokolnya terorisme. Indonesia rupanya menjadi sasaran empuk dan killing field. Radikalisme tampaknya masih menjadi sumbu bagi erupsi tindakan perlawanan yang dalam bahasa Arab disebut syiddah al-tanatu', artinya, keras, eksklusif, berpikiran sempit, rigid, serta memonopoli kebenaran.

Kobe, Masjid Pertama Di Jepang

Kobe Mosque merupakan masjid pertama di Jepang. Masjid ini dibangun tahun 1928 di Nakayamate Dori, Chuo-ku. Kobe berarti gate of God atau gerbang Tuhan.




Senin, 18 April 2011

Radikalisme Agama

Oleh Said Aqil Siroj

Radikalisme agama, dalam pengertian konotatif sebagai ide dan praktik kekerasan bermotif agama, bukanlah sesuatu yang baru di Indonesia. Semestinya negeri ini sudah kenyang pengalaman, tetapi mengapa pemerintah selalu terlihat kedodoran?
Tentu saja pemerintah yang paling bertanggung jawab menangani radikalisme agama di Indonesia. Dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono punya tanggung jawab besar. Sebagai kepala pemerintahan yang dipilih oleh lebih dari separuh warga negara, Presiden wajib melindungi dan menjamin hak hidup rakyat Indonesia.

Pesantren sebagai Miniatur Indonesia

Oleh Imam Hamidi Antassalam

Ketika di masa lalu Nusantara, terutama tanah Jawa, masih dikuasai oleh sultan dan raja-raja, kaum santri dari kalangan pesantren memiliki posisi sosial yang tinggi bahkan dapat dibilang istimewa.
Di dalam pesantren, seorang kiai kerap mengunjungi asrama atau kamar para santri untuk memperbincangkan segala perkara yang dihadapi —laik bahsul masail— baik yang ilmiah maupun alamiah, di samping akrab dengan masyarakat di sekitar pesantren. Hubungan masyarakat dan pesantren pun erat dan dekat, begitu menyatu.