Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juli 2011

Demokrasi yang Dibajak para Bandit



Judul Buku: Negara dan Bandit Demokrasi
Penulis : I. Wibowo
Penerbit: Buku Kompas
Tebal buku: 132 Halaman
Cetakan :  2011


Kurang lebih satu dasawarsa kita mendorong demokrasi untuk tumbuh dan berkembang di republik ini. Dengan harapan kemakmuran lekas dinikmati masyarakat. Namun, hingga kini kesejahteraan tak kunjung datang. Malahan yang terjadi wakil-wakil rakyat tersebut mulai abai terhadap nurani rakyat.

Pernyataan Ketua DPR mengenai kontroversi pembangunan gedung baru “rakyat biasa jangan diajak membahas pembangunan gedung baru, hanya orang-orang elite, orang-orang pintar yang bisa diajak membicarakan masalah itu”. Bukti sahih, mereka sudah lupa dengan rakyatnya.Sebuah pernyataan yang melukai hati rakyat dan mungusik kesadaran nurani rakyat. Pernyataan Ketua DPR jelas memberikan gambaran mewakili siapakah mereka di DPR.

Jumat, 13 Mei 2011

Mencari Akar Korupsi




Aku adalah sebutir pasir yang masuk ke dalam mesin korupsi itu dan menjadikannya berderit. Kuakui bahwa aku menyenangi peran ini. Peran ini unik, jarang, dan perlu ada. Aku mengabdi meskipun istri dan anak-anakku tidak bisa hidup dengan leluasa. Itu kebangganku. Aku sadar kebangganku itu tidak menolong mereka “ (Serambi, 2010)

Novel Berjudul korupsi karangan Tahar Ben Jelloun, Menceritakan sosok Murad, seorang Insinyur, Bekerja di kementrian Pekerjaan Umum di Casabalanca, Maroko. Novel ini berkisah tentang Korupsi yang sudah membudaya dilingkungan birokrasi di tempat murad bekerja. Seorang murad memilki karakter yang mempunyai integeritas yang tinggi.
   
Perannya di birokrasi adalah mempelajari berkas pembangunan. Tanpa parafnya, tak akan ada ijin membangun. Jabatanya wakil direktur perencanaan dan pembinaan. Dengan gajinya yang sedikit, dia menghidupi keluarganya, membayar uang sekolah anak-anak, sewa rumah dan memenuhi keperluan sehari-hari ibunya.
Melalui Novel ini pembaca diajak untuk memahami seluk beluk korupsi di lembaga pemerintahan lewat kisah Murad. Murad memiliki integritas dan prinsip yang kuat untuk tidak melakukan korupsi, padahal dia memiliki posisi yang sangat strategis. Bagi murad melakukan tindakan korupsi merupakan salah satu hal yang paling dibenci dalam kehidupanya. Semenjak kecil meskipun kehidupan orangtuanya sederhana, orang tuanya tetap mengajarkan untuk terus memiliki prinsip untuk berbuat jujur.
   

Senin, 18 April 2011

Pentingnya Melek (Misteri) Sejarah

Okezone, Selasa, 15 Maret 2011 - 19:07 wib
Judul Buku : Menguak Misteri Sejarah
Penulis    : Asvi Warman Adam
Penerbit : Penerbit Buku Kompas, Jakarta
Cetakan : Oktober 2010
Tebal : xii + 304 halaman
ISBN : 978-979-709-504-8

Sejarah selalu memiliki misteriusitas cum kontroversialitas. Sejarawan yang berani menguaknya bisa disensus dengan jari. Salahsatunya adalah Asvi Warman Adam melalui buku Menguak Misteri Sejarah ini. Dengan amat santai, di sini penulis yang juga menjabat sebagai Ahli Peneliti Utama pada Pusat Penelitian Politik LIPI ini menyajikan misteri sekaligus kontroversi sejarah yang hingga kini masih memendungi benak bangsa Indonesia. Jangan heran jika terkadang beberapa ulasan historisnya membuat Anda merasa buta.

Sayap-Sayap yang Tandas

Rabu, 30 Maret 2011 - 13:51 wib
Cover buku Garis Perempuan
Judul Buku: Garis Perempuan
Penulis : Sanie B. Kuncoro
Penerbit: Bentang, Yogyakarta
Tebal buku: 373 Halaman
Cetakan : I - 2010

Takdir adalah kesunyian bagi setiap individu untuk mengurai perjalanan hidupnya. Setiap dari kita pasti mempunyai jalan hidup yang berbeda-beda. Bahkan kita semua tengah berada dalam sebuah perjalanan tak terduga akan serupa apa, berakhir di mana dan sampai kapan. Kita sedang menuju sesuatu, seperti proses migrasi. Di mana alam telah mengatur sistematika migrasi yang sempurna bagi setiap spesies. Sedemikian rupa sistematika itu terilhamkan dalam diri mereka sehingga memungkinkan mereka mengenali jalur perjalanan yang belum pernah dilalui atau dilakukan.